Dia mengibaratkan bangsa ini sebagai rumah di pinggir jalan raya. Bangsa dan pemerintah Indonesia yang mempunyai rumah ini mempunyai obsesi aneh. Obsesi itu ialah bagaimana rumah pagar itu selalu terlihat bersih, mengkilat, dan dihentikan berdebu. Adalah tampak muka rumah yang paling penting, yang lain masih bodoh, yang penting penampilan. Sehingga ketika perabotan rumah dicuri di depan mata si pemilik rumah, ia tidak begitu peduli. Bahkan ketika istri dan anak-anaknya dibawa keluar oleh orang lain, si pemilik rumah tidak mengambil tindakan apa pun. Ia hanya dapat menonton, seolah tidak ada sesuatu yang dirisaukan, tulis mantan ketua umum DPP PAN ini.
Amien menyindir hal ini terkait dengan penguasaan asing terhadap aset-aset nasional Indonesia. Banyak sumber daya alam (SDA) yang dikuasai oleh negara adidaya. Apa yang terjadi dikala ini merupakan pengulangan sejarah tiga kala lalu, dikala Nusantara mulai dikuasai oleh VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie). Menurut Amien, dikala ini, intinya kekuatan-kekuatan korporatokrasi di awal kala 21 tidak mudah, bahkan tidak mungkin dengan praktis dapat mengacak-acak kedaulatan ekonomi Indonesia, seandainya elit nasional tidak membungkuk dan tiarap. Masalahnya, dikala ini, banyak pemimpin Indonesia yang masih mewarisi mental inlander.
Amien mencontohkan kehadiran Presiden AS George W Bush pada simpulan 2006 lalu. Menurut dia, banyak pemimpin bangsa Indonesia yang ketakutan dan merasa panas cuek alasannya Presiden Bush akan mampir ke Indonesia.Pengamanan yang diberikan kepada Presiden AS yang di negerinya sendiri sudah tidak terkenal itu sungguh berlebih dan sekaligus agak memalukan. Tidak ada negara mana pun di dunia yang menyambut Presiden Bush mirip maharaja diraja, kecuali Indonesia di masa kepemimpinan SBY. Seolah Indonesia telah menjadi vazal atau negara protektorat AS, tegas Amien.
Detail Buku :
Judul : Selamatkan IndonesiaPenulis : M Amin Rais
Penerbit : PPSK Press
ISBN : 978-979-17617-1-0
Jenis file : PDF
Jumlah halaman : 306
Download : Click Here
0 Comments